Bab 123 Membahas Kontrak
Shen Fei menatap punggung sosok berpakaian hitam yang kian menjauh. "Gedung Bulan... organisasi macam apa sebenarnya itu? Bisa-bisanya mereka memiliki orang sehebat itu."
Saat sosok hitam itu menebas ninja tadi, Shen Fei melihatnya dengan sangat jelas. Orang itu hanya memegang belati kecil, dan bahkan dengan jarak setengah meter dari si ninja, ia mampu langsung membuat lubang menganga yang berdarah di tubuh lawannya.
Gerakan orang itu pun penuh dengan niat membunuh, tidak ada keraguan, setiap serangannya mematikan. Hanya seorang pembunuh bayaran yang mampu melakukan hal setingkat itu. Saat bertarung melawan ninja tersebut, sosok hitam itu tampak seperti mesin yang hanya tahu cara membunuh.
Sebagai tuan muda keluarga Shen, dia bahkan belum pernah mendengar tentang organisasi pembunuh sehebat ini. Shen Fei menelepon Liu Yunhe untuk menyelidiki perihal "Gedung Bulan", lalu ia berhenti memikirkannya. Setelah insiden pembunuh itu berlalu, Shen Fei tetap tinggal di kediaman tersebut, mungkin dalam hati ia menantikan pertemuan berikutnya dengan sosok hitam itu.
...
Grup Yueze.
Seorang sekretaris melapor kepada Dong Rouyue di ruang kerjanya, "Direktur Dong, kami sudah menghubungi Grup Baili di Qingzhou. Mereka bersedia bekerja sama dengan perusahaan kita."
Dong Rouyue mengangguk, "Bagus. Siapkan tiket pesawat untukku ke Qingzhou. Aku akan pergi ke sana untuk membicarakan kontraknya."
"Baik, Direktur."
Bisnis properti Dong Rouyue kini kian berkembang pesat. Ia telah mengalihkan perhatiannya ke Qingzhou, dan Grup Baili adalah mitra yang dipilihnya setelah pertimbangan matang. Grup Baili memiliki pengaruh terbesar dalam sektor properti di Qingzhou; bekerja sama dengan mereka berarti bisa mendapatkan keuntungan maksimal.
Semoga kali ini kontraknya bisa didapatkan dengan lancar.
Saat duduk di pesawat menuju Qingzhou, Dong Rouyue tidak bisa tidak teringat pada Shen Fei. Ia mendengar dari Chen Xin bahwa Shen Fei belakangan ini terus berada di Qingzhou. Entah apakah dia akan bertemu dengan Shen Fei dalam kunjungan kali ini?
"Dong Rouyue, apa yang kau pikirkan? Shen Fei itu pria yang sudah berkeluarga!" Dong Rouyue menegur dirinya sendiri secara diam-diam.
Namun, ia tidak bisa mengendalikan perasaannya. Membayangkan sosok Shen Fei yang gagah, wajahnya memerah tanpa sadar dan jantungnya berdegup kencang. "Shen Fei hanyalah mitra kerjaku. Anggap saja dia sebagai teman," ucapnya berusaha menenangkan diri.
Ia mulai berpikir, setelah kontrak selesai, alasan apa yang bisa digunakan untuk menemuinya.
Di sebuah hotel besar di Qingzhou.
Begitu turun dari pesawat, Dong Rouyue segera bergegas menuju lokasi yang telah ditentukan. Saat memasuki ruang privat, pimpinan Grup Baili telah menunggu cukup lama. Begitu melihat Dong Rouyue masuk, matanya langsung berbinar.
Bukan berarti ia belum pernah melihat wanita cantik, tetapi wanita yang tangguh dan memikat layaknya mawar merah seperti Dong Rouyue, jarang sekali ia temui. Jika saja ia bisa beruntung menghabiskan satu malam bersama wanita kelas atas seperti ini...
Dong Rouyue mengerutkan keningnya yang indah. Ia sudah terbiasa dengan tatapan jahat pria sejak kecil, sehingga ia sangat peka akan hal itu. Saat melihat pria pimpinan Grup Baili itu menatapnya dengan tatapan seperti itu, firasat buruk muncul dalam hatinya. Ia secara naluriah ingin segera pergi.
Namun, mengingat kepentingan perusahaan, Dong Rouyue tetap bertahan dan memberikan senyuman sopan, "Anda pasti Pak Lu Deshou, Direktur Lu?"
Lu Deshou tertawa mesum, "Benar. Senang akhirnya bisa bertemu langsung dengan Direktur Dong. Saya tidak menyangka ada wanita yang memiliki kemampuan sekaligus kecantikan luar biasa seperti Anda."
Dong Rouyue tersenyum kecil dan langsung mengalihkan pembicaraan, "Pak Lu, mari kita bicara soal kerja sama kita?"
"Ah, soal kerja sama tidak usah terburu-buru. Ayo kita minum beberapa gelas dulu!" Lu Deshou menuangkan segelas penuh anggur merah dan menyodorkannya ke hadapan Dong Rouyue.
Demi keberhasilan penandatanganan kontrak, Dong Rouyue terpaksa menerima gelas itu dan meminumnya hingga tandas. Karena terlalu cepat, ia tersedak beberapa kali, membuat wajah putih mulusnya merona merah, yang justru membuatnya tampak semakin menggoda.
Melihat Dong Rouyue seperti itu, Lu Deshou semakin bersemangat. Ia merasa yakin seratus persen bisa menaklukkan wanita ini. Namun, tiba-tiba sebuah pikiran terlintas di benak Lu Deshou: jika wanita kelas atas seperti ini dipersembahkan kepada Tuan Muda Shen, bukankah Grup Baili miliknya akan melesat sukses?
Lu Deshou memandangi Dong Rouyue seolah sedang menatap sebuah karya seni, ia semakin puas melihatnya. Tepat sekali, wanita kelas atas seperti ini pasti akan disukai Tuan Muda Shen.
Lu Deshou pun angkat bicara, "Direktur Dong, kemampuan minum Anda hebat sekali. Saya suka orang yang lugas seperti Anda!"
"Lalu Pak Lu, bagaimana dengan kontraknya?" Dong Rouyue menatap Lu Deshou, matanya sedikit sayu karena pengaruh alkohol.
"Soal kontrak itu mudah, tapi ada satu syarat..." Lu Deshou tertawa mesum.
Dong Rouyue mengabaikan ekspresi Lu Deshou, pikirannya hanya terfokus pada penandatanganan kontrak, "Pak Lu, perusahaan kami pasti akan memberikan keuntungan sebesar-besarnya..."
"Ah, syarat ini tidak ada hubungannya dengan uang," Lu Deshou melambaikan tangan, memotong ucapan Dong Rouyue. "Saya lihat wajah dan tubuh Direktur Dong sangat luar biasa. Anda bisa sampai di posisi sekarang ini pasti sering menggunakan 'aset' Anda itu, bukan?"
Sindiran Lu Deshou membuat Dong Rouyue murka, namun ia tetap berusaha menahan diri, "Pak Lu, saya mencapai posisi perusahaan saat ini berkat usaha dan kemampuan saya sendiri, bukan dengan cara-cara kotor seperti yang Anda katakan."
Melihat ekspresi Dong Rouyue yang tidak senang, Lu Deshou sama sekali tidak peduli. Perusahaan kecil seperti itu, mana mungkin bisa menandingi kekuatan Grup Baili? "Saya yakin Direktur Dong orang yang cerdas. Saya bicara terus terang saja: Anda temani satu orang, maka saya akan tandatangani kontrak ini dengan perusahaan Anda!"
Mendengar kata-kata yang begitu vulgar, Dong Rouyue tidak bisa menahan diri dan berdiri dari kursinya, "Sepertinya Pak Lu tidak berniat tulus untuk bekerja sama dengan perusahaan kami. Jika begitu, saya permisi!"
Dong Rouyue mengambil tasnya dan hendak pergi, namun di pintu, ia diadang oleh anak buah Grup Baili.
"Pak Lu, apa maksud Anda ini!" Dong Rouyue berbalik, menyadari bahwa ia telah masuk ke dalam sarang serigala.
Lu Deshou tertawa dan berkata, "Bukankah tadi sudah saya katakan? Harta karun seperti Direktur Dong ini bisa menukar keuntungan yang sangat besar. Sebagai seorang pengusaha, mana mungkin saya melewatkannya?"
"Bawa Direktur Dong kembali ke sini!"
Tanpa memedulikan perlawanan Dong Rouyue, para anak buah itu menyeretnya kembali ke meja makan. Lu Deshou kembali menuangkan segelas anggur, dan tepat di depan mata Dong Rouyue, ia memasukkan sebutir pil ke dalamnya.
Melihat tindakan Lu Deshou yang sama sekali tidak ditutup-tutupi itu, hati Dong Rouyue menciut.
"Direktur Dong, silakan minum ini. Jika tidak, saya terpaksa menggunakan cara kasar agar Anda meminumnya," Lu Deshou mendorong gelas itu ke depan Dong Rouyue.
Dong Rouyue mencengkeram pakaiannya erat-erat, menatap gelas di depannya seolah sedang menghadapi ancaman maut.
Lu Deshou berkata dengan nada menghibur, "Direktur Dong, asal Anda meminum segelas anggur ini, Grup Baili akan menjadi mitra kerja perusahaan Anda, dan kami juga akan memberikan keuntungan yang sangat besar untuk perusahaan Anda."