Bab Sembilan Puluh Enam: Li Yue
Pada saat itu, Li Qiqian juga mulai menunjukkan keseriusannya.
Ternyata perempuan ini adalah anggota Perguruan Awan Mengalir, ini benar-benar masalah.
“Kalau begitu, aku, Li Qiqian, mohon maaf!” kata Li Qiqian sambil menggenggam tangannya di depan dada.
“Pertarungan bukan adu mulut, kau maju atau tidak?” Su Mei melambaikan tangannya, wajahnya tanpa sedikit pun rasa takut.
Meskipun tubuh lawannya hampir dua kali lipat dari dirinya, Su Mei sama sekali tidak gentar.
Li Qiqian mendengus dingin. Sifat sombong para murid Perguruan Awan Mengalir memang sudah dia perkirakan.
Dengan satu langkah mantap, ia langsung menyerbu ke arah Su Mei.
Dengan tangan dijadikan pisau, setiap tebasan telapak tangannya mengeluarkan angin tajam yang membuat orang bergidik.
“Luar biasa! Kakak senior semakin lihai dengan jurus tangan pisaunya!”
“Benar, dulu satu jurus tangan pisaunya saja sudah bisa membelah batu bata, sekarang ia bahkan lebih kuat!”
“Perempuan dari Perguruan Awan Mengalir itu, hari ini tamat sudah!”
Para murid perguruan yang menonton di sekitar, melihat Li Qiqian semakin bersemangat, setiap serangannya membuat jantung berdebar, kekalahan Su Mei tinggal menunggu waktu.
Meski para murid tampak yakin akan kemenangan, hanya Li Qiqian yang bertarung di medan laga tahu, Su Mei sebenarnya hanya mempermainkannya.
Langkah kaki Su Mei lincah bagaikan aliran sungai yang tiada henti. Setiap kali serangan tangan pisau Li Qiqian tampak mengenai tubuh Su Mei, itu hanya ilusi.
Aliran sungai itu, bukan sesuatu yang bisa ia potong!
Perguruan Awan Mengalir.
Begitu menakutkan!
Hanya seorang perempuan saja sudah lebih tangguh darinya!
Li Qiqian tak terima, ia mengayunkan tangan pisau semakin cepat, semakin lama semakin berani.
“Sudah tidak sabar ingin mengakhiri pertarungan? Staminamu sudah di ambang batas, kan?” Su Mei tertawa kecil, melangkah ke kiri dan kanan dengan kedua tangan di belakang punggung, sangat santai.
Para murid yang menonton mulai menyadari ada yang tidak beres, buru-buru meneriakkan semangat untuk Li Qiqian.
Wajah Li Qiqian memerah, napasnya mulai memburu lewat mulut.
Otot bisepnya yang besar menonjol urat-urat, setiap serangan ia kerahkan sekuat tenaga, ingin mengalahkan Su Mei dengan kecepatan.
Namun, semuanya sia-sia.
Seperti yang dikatakan Su Mei, ia sudah kehabisan tenaga.
“Seluruh tubuhmu penuh celah,” Su Mei tersenyum tipis, berdiri di tempat tanpa menghindar.
Mata Li Qiqian membelalak.
Kesempatan emas!
Asal Su Mei tidak menghindar, ia yakin dengan kekuatannya bisa mengakhiri pertarungan dengan satu pukulan!
Ia mengubah telapak tangannya menjadi kepalan, menyerang dada Su Mei.
Pukulan itu, banyak orang bisa mendengar suara angin tajam yang dihasilkan.
Betapa cepatnya pukulan itu!
Sudut bibir Su Mei terangkat, tubuhnya sedikit berputar ke samping.
Satu pukulan!
Satu sikutan!
Satu tendangan!
Secara berurutan, Su Mei melancarkan tiga serangan kilat pada pipi samping, tulang rusuk, dan perut bawah Li Qiqian.
Terdengar suara gedebuk keras, tubuh tinggi besar Li Qiqian langsung tersungkur ke tanah.
“Ka… Kakak senior!”
“Kakak senior benar-benar kalah! Mana mungkin!”
“Cepat panggil guru!”
Para murid perguruan yang menonton langsung panik, mereka tidak bisa menerima kenyataan bahwa Su Mei berhasil mengalahkan orang terkuat di antara mereka, Li Qiqian!
Dan lebih parahnya lagi, dengan sangat mudah pula!
“Apakah ini standar tertinggi Perguruan Li?” Su Mei menggelengkan kepala pelan, matanya penuh rasa meremehkan.
“Benar saja, baik orang-orang maupun ilmu bela diri di tempat ini, tidak lebih dari serangga busuk!” Su Mei mencibir dingin.
Di Perguruan Li, tak ada seorang pun yang bisa menandingi satu jurusnya.
Walau semua maju bersama, paling hanya sedikit merepotkan.
Li Qiqian dan yang lain menggertakkan gigi, menatapnya dengan wajah bengis, tapi tidak bisa menemukan kata-kata untuk membantah.
Perbedaan kekuatan.
Seperti langit dan bumi.
Sama sekali tidak sebanding.
“Tak ada seorang pun yang pantas jadi lawan?” Su Mei berdiri dengan tangan di belakang punggung, tampil layaknya seorang pendekar sejati.
Tiba-tiba, suara parau terdengar dari belakang Su Mei.
“Tak tahu apakah orang tua ini bisa menjadi lawanmu, Nona?”
Su Mei terkejut, ia sama sekali tak merasakan ada seseorang yang mendekat dari belakang!
Ia buru-buru melangkah ke depan, lalu berbalik cepat untuk melihat siapa yang datang.
Orang itu berambut dan berjanggut putih, tubuhnya renta!
Namun langkahnya mantap, bahkan lebih kokoh dari Li Qiqian yang masih muda.
“Guru!”
“Guru, Anda akhirnya keluar!”
“Guru, perempuan dari Perguruan Awan Mengalir ini ingin merusak perguruan kita!”
Para murid perguruan yang melihat lelaki tua itu seketika merasa mendapat sandaran.
Mata Li Qiqian juga penuh harapan.
Lelaki tua itu adalah kakeknya, pendiri Perguruan Li, Li Yue.
Di wajah Su Mei yang rupawan, terpancar semangat bertarung yang membara.
Orang tua ini, menarik juga!
“Murid Perguruan Awan Mengalir rupanya,” alis Li Yue terangkat sedikit, ia tertawa, “Perguruan Li kami hanya melatih bela diri aliran luar, sedangkan perguruanmu melatih aliran dalam, seharusnya tak perlu saling mengganggu, bukan?”
“Hmph! Melihat orang-orang yang ilmunya dangkal saja sudah berani sombong, bukankah memang pantas diberi pelajaran?” Su Mei menanggapi dengan tawa sinis.
“Guru, kami hanya ingin berkenalan dengan adik cantik itu!” salah seorang murid mengadu dengan nada kesal.
“Meski begitu, bukankah lebih baik menahan diri, sekadar memberi pelajaran tanpa berlebihan?” ujar Li Yue.
Alis Su Mei mengerut, gaya bicara Li Yue yang seperti menguliahinya itu membuatnya makin jengkel.
Orang tua ini, baru punya sedikit kekuatan saja sudah bersikap tinggi hati, dasar pemikiran semut!
“Kalau kau bisa mengalahkanku, aku akan meminta maaf pada mereka,” Su Mei membalas dengan senyum mengejek.
“Kalau begitu, jangan salahkan aku, orang tua, membuli yang muda!”
Li Yue membentak dengan suara parau.
Dalam sekejap!
Pakainnya koyak!
Kulit tubuhnya yang berwarna perunggu terlihat jelas di udara.
Walau usianya sudah tua, kondisi fisiknya jauh di atas Li Qiqian yang masih muda dan kekar.
Otot-otot di tubuhnya dan kapalan di telapak tangannya menunjukkan betapa kerasnya latihan bela diri luar yang ia jalani.
“Menarik,” Su Mei menjadi serius, melompat mundur.
Meski sudah tua, tekanan yang diberikan Li Yue padanya sangat besar.
Jika sampai terkena satu pukulan, mungkin akan langsung kehilangan kemampuan bertarung.
Karena itu, kini seluruh perhatian Su Mei terfokus pada Li Yue, menganalisis setiap kemungkinan gerakannya.
“Tidak, aku masih belum sampai taraf kakak senior…” Su Mei menggigit bibir, di benaknya ia hanya mampu menebak dua kemungkinan serangan Li Yue berikutnya.
Li Yue menempatkan kaki kiri di depan, kaki kanan di belakang, lutut sedikit menekuk, ujung kaki terangkat.
“Gedebuk!”
Sekejap kemudian, Li Yue melesat bagaikan peluru ke arah Su Mei.
Para murid yang menonton hanya bisa terpaku ketika melihat tempat Li Yue berpijak meninggalkan jejak kaki yang dalam.
Lantai kayu solid itu sampai berlubang akibat injakannya!
Mereka membelalakkan mata, benar-benar tak percaya.
Lantai ini adalah kayu khusus, bahkan tangan pisau Li Qiqian yang bisa membelah batu bata pun tak mampu meninggalkan bekas.
Tapi Li Yue, hanya dengan menginjak lantai saja sudah membuatnya amblas!
Kekuatan ini, benar-benar mengerikan!
Hanya satu pikiran yang muncul di benak mereka:
Kali ini Su Mei tamat.
Wajah Su Mei berubah drastis, ia benar-benar tidak menyangka, lelaki tua yang bungkuk dan tampak renta itu ternyata mampu meledakkan kekuatan sebesar ini.
Apakah ini puncak dari ilmu bela diri aliran luar?!
Su Mei memiringkan tubuh, berhasil menghindari satu serangan Li Yue, tapi detik berikutnya, sebuah kepalan tangan sebesar panci tanah liat sudah mengarah ke wajahnya!