Bab 66: Penata Gaya
"Apa?!"
Shen Fei terperangah!
Pagi-pagi buta, seorang gadis muda manis mengetuk pintu, berkata ingin mengajakmu kencan?
Siapa yang bisa tahan dengan kejutan seperti itu?
Tidak benar!
Siapa yang tidak akan ketakutan?
"Bukan, bukan! Kau salah paham!" Tang Moyu melihat reaksi Shen Fei begitu besar, buru-buru melambaikan tangan menjelaskan.
"Bukan mengajakmu kencan, maksudku bersama aku dan sahabatku..."
Tang Moyu tak menyangka penjelasannya malah semakin membingungkan. Semua kalimat yang ia siapkan semalaman untuk menyapa Shen Fei langsung hilang begitu saja.
Tanpa sadar, mulutnya justru mengucapkan kata-kata yang mudah disalahartikan.
Shen Fei memandang Tang Moyu dengan tatapan aneh.
Dalam hati ia bertanya-tanya, ada apa dengan gadis kecil ini?
Apa dia benar-benar tahu arti kencan?
Lagi pula, ia sudah menikah!
Anak-anak sekarang tak bisakah sedikit lebih menjaga diri?!
"Ugh!" Tang Moyu bertemu tatapan Shen Fei, lalu berlari pergi dengan wajah hampir menangis.
Sambil berlari, ia mengeluh dalam hati bahwa anime Jepang itu semuanya bohong!
Shen Fei hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala. Pagi-pagi sudah bertemu perempuan aneh seperti ini, ia benar-benar tak tahu apakah ini pertanda baik atau buruk.
Chen Xin bangun dari tempat tidur dengan pakaian tidur tipis, meregangkan tubuhnya.
Perutnya yang rata langsung terlihat jelas.
"Shen Fei, barusan siapa itu?" Ia menguap, matanya masih setengah terpejam.
"Entahlah," Shen Fei mengangkat tangan, tak ingin membahasnya lebih jauh.
Melupakan kejadian kecil itu, Shen Fei dan Chen Xin segera berganti pakaian, lalu mengendarai mobil sport menuju Grup Yueze.
Hari ini Chen Xin akan dicoba riasannya, besok ia resmi menjadi duta merek untuk Grup Yueze.
Shen Fei tentu tak ingin menyia-nyiakan waktu.
"Ada perias yang bagus di Jiangcheng?"
Shen Fei memandang hasil riasan yang dibuat perias untuk Chen Xin, sudut bibirnya tak bisa menahan diri untuk tidak berkedut.
Riasan ini... benar-benar tak layak dilihat!
Bahkan orang awam seperti Shen Fei pun langsung merasa hasilnya buruk sekali!
Tapi, entah kenapa, riasan ini terasa agak familiar.
"Anak muda, kau tahu apa? Ini namanya tren!" sang perias membentak Shen Fei dengan nada tinggi.
"Benar, Shen Fei. Kau memang punya kemampuan dalam bisnis, tapi perias ini aku datangkan langsung dari ibu kota dengan biaya besar," kata Dong Rouyue yang berdiri di samping.
Perias itu adalah murid yang ia rekrut dengan dua ratus ribu dari seorang perias terkenal di ibu kota!
Mana mungkin seleranya buruk... meski memang hasil akhirnya agak sulit diterima, tapi!
Dong Rouyue yakin, nanti di kamera pasti terlihat bagus!
"Aku... aku juga merasa tidak terlalu bagus..." Chen Xin menatap bayangannya di cermin, tak kuasa berkata.
Riasan ini lebih cocok untuk wanita usia matang, bagus untuk menutupi kekurangan, tapi Chen Xin tidak membutuhkannya. Justru, riasan ini membuatnya terlihat lebih tua.
Apalagi rambutnya yang dibuat seperti sarang ayam, Chen Xin jadi tak paham lagi.
Inikah perias yang didatangkan dari ibu kota?
Bahkan model rambutnya setelah bangun tidur tanpa sisir lebih bagus!
"Tetap saja, selera Nona Dong memang luar biasa." sang perias mengacungkan jempol pada Dong Rouyue, lalu memandang rendah pada Shen Fei dan Chen Xin, dengan bangga berkata, "Aku murid dari perias terkenal ibu kota, Jiang Yunliu!"
"Aku juga murid terbaiknya, Yang Wei!" Yang Wei menepuk dadanya, matanya penuh kebanggaan.
"Tadi kau bilang murid, kan?" Shen Fei menghela napas.
Akhirnya ia tahu kenapa riasan itu terasa familiar baginya.
Ternyata murid Jiang Yunliu!
Antara murid dan anak didik itu sangat berbeda, pada anak didik Jiang Yunliu selalu mengajar dengan serius.
Tapi kalau hanya murid, biasanya Jiang Yunliu hanya mengajari model-model aneh, katanya, "Kalau sudah bisa menguasai model aneh ini, kemampuanmu hampir setara denganku!"
"Kenapa? Meremehkan murid?"
"Kau tahu betapa sulitnya jadi murid di bawah perias terkenal Jiang Yunliu?"
"Kau tahu seberapa keras aku berusaha!"
Yang Wei menepuk dadanya, matanya penuh dengan rasa bangga.
Ucapannya membuat Chen Xin dan Dong Rouyue menoleh dengan tatapan berbeda.
Mereka tentu tahu siapa Jiang Yunliu, bukan hanya di dalam negeri, bahkan di panggung busana luar negeri, Jiang Yunliu selalu jadi perias paling dicari.
Ia kenal banyak selebritas papan atas.
Belum lagi keahliannya, bahkan nenek tua pun bisa terlihat seperti wanita cantik berusia tiga puluh tahun setelah dirias olehnya.
Namun Shen Fei merasa, kepalanya seperti didatangi kawanan burung gagak.
"Jadi murid bukankah tinggal bayar saja?" Shen Fei berkata pasrah.
"Kok kamu tahu?!" Yang Wei refleks menjawab.
Begitu keluar, ia langsung menyesal.
Tatapan Dong Rouyue dan Chen Xin padanya berubah tidak baik.
"Kamu cuma murid yang masuk karena bayar, berani-beraninya ambil pekerjaan?! Masih berani bilang berusaha keras!" Dong Rouyue benar-benar jengkel.
Perias ini ia datangkan dengan biaya dua ratus ribu!
Itu belum termasuk tiket pesawat pulang pergi dan penginapan terbaik.
Ternyata yang datang hanya perias amatiran!
"Aku... aku bisa kembalikan uangnya, tolong jangan kasih penilaian buruk ya?" Yang Wei tersenyum memelas.
Dong Rouyue merasa melihat Yang Wei saja sudah bikin dadanya sesak.
Segera ia suruh Yang Wei mengembalikan uang dan pergi.
"Ah, tinggal satu hari lagi, sekarang tidak ada perias, bagaimana ini!" Dong Rouyue memijat pelipisnya, merasa hidup benar-benar berat.
Memanggil perias saja, ternyata dapatnya malah perias amatir yang sok hebat.
Bukankah itu membuang-buang waktu!
"Kenapa tidak langsung panggil Jiang Yunliu saja," kata Shen Fei.
Dong Rouyue langsung memelototinya.
"Memanggil Jiang Yunliu, enak saja bicara!" Dong Rouyue menggelengkan kepala, ia tahu betul reputasi Jiang Yunliu, salah satu julukannya saja sudah membuat orang mundur.
Sulit disewa walau dengan harga tinggi.
Bahkan artis papan atas saja sulit meminta Jiang Yunliu untuk merias.
Apalagi dia, hanya pengusaha properti kecil, mana mungkin bisa mengundangnya.
"Shen Fei! Kau ada cara?!" Chen Xin bertanya bersemangat.
Sejak Shen Fei beberapa kali mengatakan hal yang tak masuk akal, Chen Xin tidak lagi meragukannya, justru yakin kalau Shen Fei berkata, pasti ada jalan.
Tapi di telinga orang lain, ucapan itu tentu mengundang keraguan.
Shen Fei mengangguk.
Jelas, Dong Rouyue salah paham.
"Kau mau undang perias lain? Maaf saja, menurutku perias di Jiangcheng tidak ada bedanya dengan Yang Wei tadi," kata Dong Rouyue.
"Kapan aku bilang mau undang perias dari Jiangcheng?" Shen Fei tersenyum.
Sejak awal, ia hanya menyebut Jiang Yunliu.
Hanya riasan darinya yang bisa memuaskan Shen Fei.
Mengingat pertemuan pertama dengan Jiang Yunliu dulu, sikapnya yang tinggi hati.
Tapi setelah ia hujani dengan uang, jadi jauh lebih ramah, bahkan sering memanggilnya 'adik kecil'.
Dong Rouyue melihat ekspresi Shen Fei yang tersenyum mengenang, mengira Shen Fei sedang berkhayal, ia pun menggeleng.
Sepertinya urusan mencari perias tetap harus ia tangani sendiri.
"Bos Dong! Adikmu dalam bahaya!"
Saat Dong Rouyue masih sibuk memikirkan perias, seorang pria bersetelan jas berlari masuk sambil berteriak.
"Apa?! Ada apa?! Kenapa Zebin bisa dalam bahaya?!" Dong Rouyue tampak panik dan kehilangan akal.
"Bos Dong, cepat ikut saya! Kalau dijelaskan sekarang tidak akan cukup waktunya!" pria itu berkata dengan nada sangat cemas.
Dong Rouyue segera mengangguk, lalu berlari keluar bersama pria itu.
"Shen Fei, coba kau lihat, kalau bisa tolong bantu sebisanya," kata Chen Xin. Namun wajahnya langsung memerah.
Dengan tampilan seperti ini, ia benar-benar tak berani keluar menemui orang lain.