Bab Lima Puluh Satu: Sertifikat Kepemilikan Rumah
“Siapa?!”
Suara Tang Yinian terdengar panjang, membuat hampir semua orang menahan napas karena tegang.
“Keluarga Shen!”
“Shen Hesang!”
Begitu nama itu keluar dari mulut Tang Yinian, seluruh keluarga Chen langsung mengerutkan kening.
Mereka tak tahu siapa gerangan Shen Hesang itu.
Shen Fei menaikkan alis, tidak menyangka Tang Yinian ternyata pernah mendengar nama ayahnya.
“Siapa sebenarnya Shen Hesang itu?” tanya Chen Haifei.
Di wajah Tang Yinian terpampang kebanggaan. Ia merasa hanya dirinya di ruangan itu yang tahu siapa keluarga Shen dan siapa Shen Hesang.
“Kalau begitu, biar kuceritakan apa yang kutahu pada kalian,” ucap Tang Yinian sambil tersenyum.
“Keluarga Shen itu keluarga super kaya raya. Bahkan harta milikku di Kota Tongxia, dibandingkan dengan keluarga Shen, tidaklah ada artinya.”
Perkataan itu membuat semua orang terkejut!
Mereka tahu betul berapa banyak kekayaan keluarga Tang, cukup untuk menyaingi tiga kali lipat keluarga Chen!
Namun bagi mereka, keluarga Tang yang begitu kaya saja masih tak ada apa-apanya jika dibandingkan keluarga Shen!
Betapa menyeramkannya keluarga Shen itu!
Ucapan Tang Yinian membuat mereka teringat setengah bulan lalu, ada seseorang yang mengaku dari keluarga Shen datang membawa hadiah perayaan, nilainya benar-benar luar biasa.
Jangan-jangan... itu benar-benar dari keluarga Shen?!
Pikiran itu muncul di benak semua anggota keluarga Chen, namun tak satu pun berani mengungkapkannya.
Hanya Chen Xin dan Deng Feiyao yang memandang ke arah Shen Fei.
Pandangan kedua gadis itu penuh tanya, mereka bertanya-tanya apakah Shen Fei di depan mereka benar-benar anggota keluarga Shen seperti yang digambarkan Tang Yinian.
Shen Fei tersenyum ringan, tidak terburu-buru menjawab.
Ia pun ingin tahu, seberapa jauh pengetahuan Tang Yinian tentang keluarganya.
Setelah memberi waktu keluarga Chen mencerna penjelasannya, Tang Yinian melanjutkan, “Sedangkan Shen Hesang itu adalah kepala keluarga Shen, memiliki harta melimpah, kekayaannya bisa menandingi negara!”
“Aku beruntung pernah bekerja sama dengan putra Shen Hesang, makanya aku tahu semua ini. Kalau tidak...”
“Aku pun tak akan bisa bersentuhan dengan keluarga Shen.”
Tang Yinian tersenyum pahit dan menggeleng.
Keluarga Chen merasa seakan-akan ada gunung besar menindih mereka.
Keluarga Shen itu, bagi mereka, selamanya hanyalah mimpi yang tak terjangkau.
Dalam hati, mereka hanya berharap suatu hari bisa mencapai satu persen, tidak, seper seribu saja dari keluarga Shen, mereka sudah puas.
Shen Fei tak bisa menahan diri mengangkat alis.
Setahunya, ayahnya hanya punya satu anak, yakni dirinya sendiri.
Kapan pernah Tang Yinian bekerja sama dengannya?
Berlebihan sekali membualnya, apalagi di depan orangnya langsung.
Setelah keluarga Chen mencerna ucapan Tang Yinian, mereka merasa jalan ke depan masih sangat panjang dan jauh.
Kini mereka semua menjadikan keluarga Shen sebagai tujuan untuk maju.
Chen Haifei menatap Shen Fei dengan penuh makna.
Secara naluriah, ia merasa Shen Fei inilah anggota keluarga Shen seperti yang disebut Tang Yinian.
“Chen Li, bawa saja lukisan tiruan ini pulang,” kata Chen Haifei dengan helaan napas.
Setelah melihat aslinya, tiruannya jadi terasa tak berharga.
“Baik… baik,” jawab Chen Li pelan, padahal tadinya Chen Haifei sangat menyukai lukisan itu, tapi Tang Yinian tiba-tiba saja merusak suasana.
Sungguh menyebalkan.
“Ayah! Bukankah Ayah salah ambil lukisan tadi!” keluh Shen Fei, sambil membawa gulungan lukisan menuju Chen Li.
“Ini, yang seharusnya milikmu. Bukankah lukisan tiruan ini kubuat sendiri? Mungkin terlalu mirip sehingga Ayah salah ambil?” kata Shen Fei tersenyum.
Chen Li terpaku.
Dari mana dia punya lukisan lain?
Apa maksud Shen Fei sebenarnya?
Semua anggota keluarga Chen, juga tiga orang Tang Yinian, kini menatap Shen Fei.
Mereka pun ingin tahu, seperti apa sebenarnya lukisan yang katanya tertukar itu.
Shen Fei menyodorkan gulungan lukisan dengan kedua tangan.
Chen Haifei, dengan rasa ingin tahu, membukanya.
Ternyata itu juga lukisan pesta malam musim semi.
Namun lukisan yang ini jauh lebih indah, garis-garisnya lebih jelas.
Sekejap, Chen Haifei langsung terpikat.
Melihat Chen Haifei seakan-akan tenggelam dalam lukisan itu, Tang Yinian bergegas mendekat dan ikut mengamatinya.
“Jangan-jangan… ini lukisan asli?!” seru Chen Haifei kaget!
Bahkan Chen Li yang berdiri di sampingnya pun terpana.
Lukisan yang dibawa Shen Fei, benarkah itu lukisan asli?!
“Seharusnya benar. Lukisan ini sudah pernah kutunjukkan ke pakar untuk diuji,” ujar Shen Fei tersenyum.
“Tidak! Itu tidak mungkin!” bentak Tang Yinian, “Lukisan ini jelas-jelas disimpan langsung oleh Shen Hesang, mustahil bisa keluar!”
“Itu aku tidak tahu,” jawab Shen Fei mengangkat bahu, seolah tak peduli.
“Cepat! Haoyan, cepat panggil Guru Zhang kemari!”
Chen Haifei berkata dengan penuh semangat, menyuruh Chen Haoyan yang duduk di sampingnya untuk segera pergi.
Chen Haoyan buru-buru keluar, mengendarai mobil menjemput Guru Zhang, pakar barang antik yang sangat ahli.
Selama menunggu, Chen Haifei terus mengamati lukisan asli yang diberikan Shen Fei, sedangkan tiruan milik Chen Li sudah tergeletak di sudut ruangan tanpa ada yang peduli.
Melihat Chen Haifei begitu terpesona, Shen Fei sendiri jadi sedikit sungkan untuk mengganggu.
Tapi bagaimana lagi, hadiah pun sudah dibawa, masa tidak diberikan?
Ia pun kembali ke tempat duduknya, mengambil sebuah tas, dan berjalan ke arah Chen Haifei.
Orang-orang tua berkumpul bersama, memandangi lukisan pesta malam musim semi itu, hanya generasi muda yang memperhatikan barang di tangan Shen Fei.
“Kau lihat, apa yang dibawanya itu? Warnanya mencolok.”
“Entahlah, kelihatannya seperti buku.”
“Apa maksudnya, mau kasih hadiah buku?”
“Hahaha!”
Bisik-bisik generasi muda itu membuat Shen Fei tersenyum tipis.
“Kakek, ini hadiah dariku,” suara Shen Fei penuh keyakinan.
“Baik, mari kulihat.”
Chen Haifei sedikit terganggu, tapi karena yang memberikannya adalah Shen Fei, ia tidak berkata apa pun.
“Buku?” Chen Haifei membuka tasnya, tampak bingung.
Begitu ia mengeluarkan salah satunya,
dan melihat tulisan Sertifikat Kepemilikan Rumah di sampulnya, ia pun tertegun.
“Ini… ini sertifikat rumah?!” seru Chen Haifei kaget!
Sekejap, semua orang yang tadinya sedang asyik memandangi lukisan, kini menoleh ke arah Chen Haifei!