Asap
“Saat itu kami mendengar Tuan Ketiga dan Bang Hong bertengkar di haluan kapal. Ketika kami bergegas ke luar, kami melihat Bang Hong mengeluarkan pistol dan menodongkannya ke Tuan Ketiga, sambil berkata, ‘Kalau kubunuh kau, tak ada yang tahu!’ Tuan Ketiga sempat berteriak kepada kami, ‘Jangan merapat, ada penyergapan!’ Lalu kapal kami buru-buru berbalik arah. Saat itu terdengar suara tembakan. Dalam kepanikan kami bertabrakan ketika turun, dan tiba-tiba kapal polisi sudah mengepung...”
Orang yang bercerita itu masih tampak ketakutan, melirik ke arah Yin Zhuowei dan Tang Jin yang duduk di kursi, menelan ludah lalu melanjutkan, “Saat itu semua kacau balau, tapi aku benar-benar melihat Bang Hong yang lebih dulu menembak ke arah Tuan Ketiga. Ketika Tuan Ketiga jatuh ke air, aku ingin menolongnya, tapi waktu itu polisi sudah naik ke kapal... Maaf, Kak Zhuo, aku tak berguna!”
Melihat ia menampar dirinya sendiri, Yin Zhuowei yang duduk dengan tangan terlipat dan sorot mata dingin, tetap tak bergeming. Tang Jin yang tak bisa menahan diri, berdiri dan mondar-mandir dengan gelisah, tiba-tiba menendang kursi hingga terbalik, mengumpat, “Sial! Ternyata Yin Hong itu polisi busuk! Brengsek betul, tiap hari sok polos, ternyata main licik di belakang! Sekarang malah bikin Lan Ling jadi tak jelas hidup atau mati. Kalau aku tak seret dia keluar dari kamar mayat dan cincang seribu kali, aku tak pantas jadi saudara!”
Melihat Yin Zhuowei tetap diam, Tang Jin mendekat dan berseru, “Kak Zhuo! Sekarang s