Bab 91 Menjadi Kakak Ipar
Beberapa waktu lalu, upaya Ye Tan mengejar seseorang begitu terang-terangan, sampai semua temannya tahu ia sedang mengejar seorang pria lurus yang sangat sulit didekati. Bahkan di forum kampus pun banyak sekali unggahan membahas gosip ini.
Saat itu, anggota klub teater belum sepenuhnya bubar, dan beberapa teman akrab Ye Tan sudah mulai menggoda dan bersorak. Pemuda itu tetap berdiri tegak seperti biasa, mengenakan sweter putih dan celana jeans longgar berwarna terang, sederhana tapi memancarkan aura remaja yang bersih dan segar.
Garis wajahnya tegas, namun pipinya agak tirus, ekspresinya tenang, sehingga menimbulkan kesan acuh dan sedikit berjarak. Wajahnya yang tampan membuat siapa pun tak heran jika ada pria yang mengejarnya mati-matian.
Beberapa gadis di bawah panggung sedang berbisik-bisik, menikmati gosip yang sedang hangat. Yu Yue mengerutkan kening dan meletakkan kursi yang dipegangnya ke lantai. "Kamu belum selesai juga?"
"Belum," jawab Ye Tan sambil meraih sandaran kursi di depannya. "Kecuali kamu sudah punya pacar, aku akan terus mengejarmu. Tidak bisakah kau memberiku kesempatan untuk mentraktirmu makan..."
"Aku sudah punya pacar." Yu Yue menatapnya tanpa ekspresi, langsung memotong ucapan Ye Tan berikutnya. "Jadi, jangan ganggu aku lagi."
Ye Tan tertegun, lalu tertawa. "Kalau mau menolakku, setidaknya cari alasan yang lebih bagus. Siapa sih yang nggak tahu kamu jomblo? Mana mungkin kamu punya pacar?"
Yu Yue mulai merasa kesal. Apakah ia benar-benar harus mengumumkan bahwa ia sudah punya pacar—dan pacarnya itu seorang pria—demi menolak Ye Tan? Ia tak ingin jadi bahan pembicaraan banyak orang. Tapi orang ini benar-benar tak kunjung pergi.
Jari-jari Yu Yue mencengkeram kursi, benar-benar sudah muak dengan gangguan Ye Tan. Saat keduanya sedang bersitegang, tiba-tiba terdengar suara merdu dari bawah panggung.
"Mencariku?"
Semua orang di ruangan itu terdiam, udara seolah membeku sesaat. Mereka merasa suara gadis itu begitu indah, lalu serempak menoleh ke arah sumber suara.
Gadis itu tampak sedikit lebih dewasa dari mereka, berwajah sangat cantik dan memesona. Aula sudah dinyalakan pemanas, ia hanya mengenakan sweter hitam dengan model bahu terbuka, celana jeans model retro yang agak melebar di bawah, sepatu hak tinggi, rambut panjang bergelombang, dan lipstik merah kecokelatan. Seluruh penampilannya memancarkan aura elegan khas Prancis. Hanya berdiri di sana saja, ia sudah menjadi pemandangan menawan.
Semua mata tak bisa menghindar untuk memandangnya.
Dai Lingsu memang sejak kecil tumbuh di tengah pujian orang-orang. Sebagai wanita cantik yang selalu tampil sempurna, ia sudah kebal dengan tatapan seperti ini. Sambil menenteng tas bermerek, ia melangkah ke panggung. "Aku pacarnya."
Semua orang terdiam.
Saat melihat Dai Lingsu, Yu Yue sempat terkejut. Setelah menyadari apa yang barusan dikatakan gadis itu, tubuhnya refleks menegang.
Dai Lingsu tersenyum lembut padanya, lalu menggandeng lengan Yu Yue. "Aku bahkan baru tahu, ternyata kamu begitu populer di kampus. Sampai-sampai ada cowok yang ngejar kamu, ya?"
Yu Yue menatapnya kaku. "…?"
Dai Lingsu menoleh pada Ye Tan. "Maaf ya, dia sudah punya pacar. Jadi, tolong jangan dekati dia lagi, aku bisa nggak senang."
Seluruh dunia seolah membeku.
Ye Tan pun tampak benar-benar terkejut, tak menyangka Yu Yue benar-benar punya pacar perempuan. Ia terdiam lama, tak bisa berkata-kata. Baru setelah dua temannya menyeretnya turun dari panggung, ia melangkah pergi dengan wajah malu.
Dai Lingsu menoleh pada Yu Yue. "Sekarang kamu bisa pergi?"
Yu Yue terdiam dua detik. "Aku selesaikan dulu kursi ini."
Setelah memindahkan kursi ke belakang panggung, tugas Yu Yue beres. Mereka berdua pun berjalan keluar dari aula. Yu Yue menyandang ranselnya, masih agak bingung. "Kak Lingsu, kenapa kamu ada di sini?"
Dai Lingsu menjawab, "Aku mau ketemu Ah Heng, tapi dia masih ada kelas, jadi aku iseng keliling, sekalian nonton latihan drama."
"Baru waktu selesai aku lihat kamu, mau mampir menyapa." Dai Lingsu lalu bertanya, "Tadi cowok itu memang yang selama ini ngejar kamu, kan?"
Waktu makan malam sebelumnya, dua teman sekamar Yu Yue sempat menceritakan masalah ini pada Dai Lingsu. Kali ini kebetulan ia melihat langsung, jadi tanpa ragu ia maju membantu Yu Yue.
Dai Lingsu menyibakkan rambut panjangnya ke belakang. "Aku tahu kamu nggak punya pacar, tadi itu pasti cuma bohong supaya dia pergi. Bukankah teman sekamarmu juga pernah bilang?" Dai Lingsu menepuk bahunya. "Jadi, nggak usah sungkan!"
Dai Lingsu tersenyum cerah. "Dia seharusnya nggak bakal ganggu kamu lagi."
Yu Yue hanya terdiam.
Bagaimana ia harus menjelaskan? —Sebenarnya aku memang punya pacar, dan itu adalah adikmu.
Tapi memang ia belum berniat mengatakannya.
Yu Yue menahan kata-kata di tenggorokan. "Terima kasih."
Dai Lingsu setengah bergurau, "Nggak apa-apa, lain kali kalau aku perlu bantuanmu, jangan lupa bantu ya."
Mereka keluar dari aula. Dai Lingsu melihat jam tangan. "Aku janji makan bareng Ah Heng. Mau ikut?"
Perasaan Yu Yue agak campur aduk. Walaupun masalah Ye Tan sudah selesai, tapi rasanya ada yang aneh, seakan-akan ia lupa sesuatu.
Ia terdiam sejenak, lalu berkata, "Nggak usah, aku mau ke perpustakaan."
Dai Lingsu mengangguk sambil tersenyum, lalu menunjuk sebuah mobil yang berhenti di pinggir jalan. "Mobilku sudah datang. Aku duluan, ya."
Setelah melihat Dai Lingsu masuk ke mobil, Yu Yue pun berbalik pergi dengan perasaan rumit. Ia sama sekali belum tahu betapa hebohnya kejadian ini.
Di forum kampus, sebelumnya unggahan pasangan Yu Yue dan Dai Heng sempat bertahan lama di puncak. Ketika masa ujian tiba, banyak mahasiswa minta bahan ujian dan strategi lulus, sehingga unggahan itu perlahan tenggelam.
Kini, akhirnya ada topik gosip baru.
Sebuah unggahan tiba-tiba naik ke posisi teratas.
[Pacar Mahasiswa Hukum Terpopuler Terungkap!!!]
Saat melihat unggahan itu, Zhou Mo sedang belajar di kamar asrama. Di sela-sela belajar, ia iseng membuka ponsel, dan langsung girang membaca judul tersebut.
Para mahasiswa memang luar biasa! Akhirnya mereka berhasil menemukan petunjuk!
Ia segera membuka unggahan itu.
Isinya adalah pengakuan dari anggota klub teater, menggambarkan secara dramatis kejadian ketika pacar asli Yu Yue muncul di tengah usaha Ye Tan mengejar Yu Yue. Bahkan ada beberapa foto yang diunggah.
Pria dan wanita sama-sama rupawan, penampilan mereka sangat serasi.
Foto-foto itu ada yang menampilkan wajah depan dan samping, wajah Yu Yue tampak jelas. Dengan bukti foto seperti ini, rasanya sulit untuk tidak percaya.
Namun, ketika melihat wajah pacar wanita itu, Zhou Mo melongo penuh tanda tanya.
Wang Wendong baru saja keluar dari kamar mandi. Ia mendengar Zhou Mo secara spontan mengumpat keras-keras.
"Ada apa?" tanya Wang Wendong terkejut, lalu mendekat penasaran.
Setelah membaca unggahan itu, Wang Wendong seperti manusia gua yang mulai berteriak-teriak di asrama.
Wang Wendong berkata, "Aku udah curiga dari tadi!"
Malam harinya, ketika Dai Heng pulang, kedua orang itu masih belum bisa menenangkan diri.
Yu Yue belum pulang dari perpustakaan.
Sosok tinggi dan tegap itu akhirnya muncul di depan pintu asrama, seperti biasa tampak santai dan acuh tak acuh.
Wang Wendong langsung berdiri, tak sabar ingin mengabarkan berita itu. "Dai Heng, kamu tahu nggak siapa pacar Yu Yue?"
Dai Heng melirik sejenak, lalu duduk di kursi. "Kenapa?"
Wang Wendong sangat antusias. "Aku udah tahu siapa pacar Yu Yue! Teman kampus udah berhasil mengungkap identitasnya!"
Pacar?
Bukankah pacar Guru Yu itu dirinya?
Dai Heng memicingkan mata, bahkan sempat berpikir apakah ada fotonya dan Guru Yu saat berciuman yang tersebar.
"Kamu nggak tahu, kan? Wah, aku yakin kamu beneran nggak tahu!" Wang Wendong hampir kegirangan. "Dengar baik-baik, jangan sampai kaget nanti!"
Dai Heng hanya mengangkat sedikit kelopak matanya.
Reaksi mereka berdua terasa aneh.
Zhou Mo akhirnya tak tahan dan berkata lebih dulu, "—Yu Yue bakal jadi kakak iparmu!"