Bab Tujuh Puluh Delapan: Tragedi Berdarah yang Dipicu oleh Seekor Makhluk Tahun Baru
【Siaran】Ikuti "Qidian Baca" untuk mendapatkan info terbaru seputar angpao 515. Bagi kalian yang belum pernah dapat angpao setelah Tahun Baru, kali ini saatnya unjuk gigi.
Langit Panjang Tak Bertemu adalah serikat terbesar kedua di Kota Senja Sisa, dipimpin oleh 2012, seorang pemanah yang masuk sepuluh besar papan peringkat. Namanya sangat dikenal di kota ini.
Seandainya Serikat Darah Merah bukan serikat lama dari Negeri Cahaya Timur dengan jumlah anggota terbanyak, mungkin posisi serikat nomor satu Kota Senja Sisa sudah berubah tangan.
Tentu saja, Sekte Sejati adalah pengecualian... Selain orang yang pernah bertarung melawan mereka, tidak ada yang menganggap serius serikat beranggotakan delapan orang itu (sekarang sudah dua belas orang).
Karena itu, permusuhan antara Langit Panjang Tak Bertemu dan Serikat Darah Merah di Kota Senja Sisa sudah bukan rahasia. Katanya dua serikat ini sering bersitegang di area leveling. Kalau bukan karena masa awal permainan lebih menekankan perkembangan, mungkin perang serikat pertama di seluruh server sudah terjadi di kota ini.
Chun Xiang memang benar-benar kelewat iseng. Kalau mau rebut monster, ya sudah rebut saja. Ini benar-benar sudah seperti ingin membuat Kota Senja Sisa kacau balau.
Mendengar Chun Xiang memperkenalkan diri sebagai anggota Serikat Darah Merah, para anggota Langit Panjang Tak Bertemu sama sekali tidak terkejut. Bagi mereka, hanya Serikat Darah Merah yang layak menjadi lawan di kota ini.
"Lepas dari pertempuran!"
Seorang pemanah pendek gemuk di antara mereka segera menyimpan busur dan mundur sambil memberikan instruksi pada semua anggota.
Dua tank mengangkat perisai dan memukul Nian Beast sebelum mundur, sementara yang lain ikut mencar. Monster liar berbeda dengan monster dungeon; aggro mereka ada batas jaraknya. Begitu keluar dari batas itu, monster akan berhenti mengejar.
Anggota Langit Panjang Tak Bertemu semuanya pemain ahli. Begitu mendapat instruksi, mereka langsung melepaskan aggro dengan cepat.
Nian Beast melihat semua orang mundur, lalu kembali ke tempat semula dan berbaring bodoh di sana.
Kini para anggota Langit Panjang Tak Bertemu mengelilingi posisi Wang Yu dan Chun Xiang. Pemain pemanah pendek gemuk yang tadi berada di depan kini bermuka masam menatap Chun Xiang dan Wang Yu sambil membentak, "Serikat Darah Merah itu apa sih? Geng preman Darah Merah juga baru pertama dengar!"
Wang Yu menahan tawa dan bertanya pada Chun Xiang di kanal, "Siapa itu? Omongannya barusan benar-benar mewakili isi hatiku!"
"Ketua Langit Panjang Tak Bertemu, 2012," jawab Chun Xiang. "Cukup hebat, kok!"
Selesai menjawab pertanyaan Wang Yu, Chun Xiang berkata pada mereka, "Langit Panjang Tak Bertemu itu nggak ada apa-apanya, buruan minggir! Kalau nanti pasukan kami datang, jangan harap bisa kabur!"
2012 tertawa terbahak-bahak, "Bendera Perang Darah Merah yang itu? Satu tangan saja cukup buat ngalahin dia!"
Wang Yu benar-benar tidak menganggap omongan 2012 serius. Kalau saja dia profesi lain, mungkin masih masuk akal. Tapi seorang pemanah bilang bisa membantai lawan dengan satu tangan? Mana ada!
Tiba-tiba mata Chun Xiang berkilat senang. Ia memandang ke belakang 2012 dan berkata, "Bos, akhirnya kalian datang..."
Wang Yu bingung, "Nggak ada siapa-siapa..."
"Terkepung dari depan dan belakang!!"
Mendengar itu, anggota Langit Panjang Tak Bertemu kaget dan buru-buru menoleh ke belakang. Saat itu, Wang Yu mendapat pesan dari Chun Xiang, "Serang!"
Segera, Chun Xiang mengayunkan tongkat sihirnya. Satu Twisting Spell membuat 2012 dan empat pemain terdepan terpaku di tempat, lalu ia melemparkan beberapa racun yang memerangkap tiga petarung.
Bersamaan dengan itu, Wang Yu melesat maju, mencekik dua penyihir hingga tewas dan menendang mati seorang pendeta.
Racun Chun Xiang jauh lebih kuat dari warlock gelap kebanyakan. Selain efek slow dan lemah, racunnya juga sangat beracun dan korosif.
Para petarung yang terkena racun langsung kehilangan pertahanan dan darah dengan cepat, sampai-sampai mereka tak sempat peduli teman sendiri, sibuk meneguk potion pemulihan.
Tentu saja Wang Yu tak akan membiarkan keinginan mereka terkabul. Ia melompat ke belakang tiga orang itu, menghantam satu dengan lutut hingga tewas, lalu membenturkan kepala dua lainnya satu sama lain. Keduanya yang sudah sekarat karena racun Chun Xiang belum sempat memulihkan diri langsung tewas bersama.
Semua serangan Wang Yu sangat cepat, seperti kelinci meloncat dan elang menyambar. Dari mulai bergerak hingga menumbangkan enam orang, efek stun lima detik dari Twisting Spell Chun Xiang baru saja habis.
Kelima orang 2012 belum sempat bereaksi, Wang Yu sudah melayang turun dengan Eagle Step.
"Duang, duang, duang."
Eagle Step menghantam kepala tiga pendeta, membuat darah mereka tinggal sedikit. Begitu mendarat, ia lanjut dengan Thunder Step, "Kresek!" suara petir menggelegar.
Dua pemanah dan tiga pendeta bahkan tak sempat melihat bayangannya sebelum tewas.
Chun Xiang sampai melongo tak percaya...
Selama ini Chun Xiang dan Wang Yu lebih sering berburu monster (PvE), sedangkan kerja sama PvP mereka hanya sekali di kedai minum, itupun jumlah lawan tidak terlalu banyak dan Chun Xiang serta yang lain lebih dulu keluar. Sisanya hanya cerita yang didengar atau video di forum soal Wang Yu duel dengan Burung Surga. Baru kali ini Chun Xiang menyaksikan langsung kemampuan PvP Wang Yu melawan banyak orang sekaligus.
"Itu sebelas pemain elit!" Dalam hati Chun Xiang teraduk-aduk, "Meski aku bantu, menghabisi sebelas orang dalam waktu kurang dari sepuluh detik... Gila, keterlaluan banget!"
Wang Yu membungkuk mengambil beberapa peralatan yang jatuh, lalu berjalan ke arah Chun Xiang yang masih melongo, "Lemah banget mereka. Yang tadi itu beneran pemanah peringkat sepuluh besar?"
2012 benar-benar sial. Kalau saja tidak terpaku oleh Chun Xiang, mana mungkin bisa dijatuhkan Wang Yu semudah itu? Pemanah adalah profesi dengan pertumbuhan kelincahan tertinggi di antara tujuh jalur. Kalau pun tak sanggup melawan Wang Yu, minimal kabur pun masih bisa.
Chun Xiang bergumam, "Itu karena kamu terlalu kuat!"
"Hehe..." Wang Yu tersenyum malu, "Ayo buru boss-nya, sebelum mereka balik lagi. Kalau identitas kita terbongkar, repot urusannya."
"Ya!" jawab Chun Xiang, mengikuti Wang Yu.
Nian Beast Dewasa (Lv 30) (Spesial)
HP: 5219/20000
Skill: Auman Raja Binatang, Tabrakan Senja.
Nian Beast dewasa tak jauh beda dari versi mudanya, hanya saja atributnya dua kali lipat. Skill-nya sama saja.
Barusan Wang Yu sudah menghadapi tiga anak Nian Beast, jadi cukup paham dua skill itu. Chun Xiang tadi memperhatikan anggota Langit Panjang Tak Bertemu bertarung lama, jadi sudah tahu pola serangan Nian Beast.
Panggil anak buah, pakai Twisting Spell untuk menahan, lalu racuni dan lemahkan.
Aggro Nian Beast sepenuhnya tertuju pada Chun Xiang.
Wang Yu langsung menghujani dengan pukulan, tendangan samping, Fist Breaker, Knee Strike—serangan bertubi-tubi mengenai Nian Beast.
Mereka berdua benar-benar bekerja sama dengan rapi. Karena darah Nian Beast dewasa tak banyak, tak lama kemudian monster itu roboh, menjatuhkan sebuah peti harta.
Melihat peti itu, Wang Yu merasa waspada, lalu berkata pada Chun Xiang, "Aku yakin isinya nggak ada yang bagus!"
Chun Xiang tertawa, "Yang penting dapat poin. Kamu bawa kunci?"
"Ya!" Wang Yu membuka peti itu, mereka berdua masing-masing dapat seratus poin. Lalu Wang Yu mengambil sebuah kembang api raksasa dari dalamnya.
Kembang Api Super Besar: Saat meledak, mengeluarkan suara keras dan efek warna-warni. Selamat Tahun Baru untuk semua.
Notifikasi sistem: Apakah ingin menyalakan? (Disarankan dinyalakan malam hari agar efek lebih baik.)
Wang Yu langsung memasukkan kembang api itu ke tas. Di Kota Senja Sisa, matahari senja menggantung dua puluh empat jam, mana ada malam.
Chun Xiang menatap peti yang terbuka itu, memeriksa isinya sekali lagi, mengeluh, "Ternyata cuma beginian... Pelit banget sistemnya!"
"Aku juga sudah bilang, kamu nggak percaya..."
Sementara itu, di titik respawn Kota Senja Sisa.
2012 bermuka muram. Ia adalah jagoan papan atas, kehilangan 10% pengalaman jauh lebih banyak dari pemain lain, apalagi kali ini mati dengan cara memalukan.
2012 menggeram, "Serikat Darah Merah benar-benar berani, sampai berani membunuh aku juga!"
Pendeta di sampingnya, yang bernama Bahtera Nuh, berkata, "Nggak masuk akal, sejak kapan Serikat Darah Merah punya jagoan sehebat itu?"
2012 mendengus dingin, "Hmph, bagaimanapun Serikat Darah Merah itu serikat sepuluh besar negeri, punya jagoan itu wajar. Kalau saja kita nggak kena sergap, mereka nggak mungkin menang semudah itu!"
"Tetap saja, rasanya ada yang aneh..." Bahtera Nuh merasa ada sesuatu yang tidak beres.
2012 mendengus tidak sabar, "Sudahlah, sampaikan perintah! Kumpulkan semua orang, keluar kota, lihat anggota Serikat Darah Merah, habisi semua! Sialan, sudah lama aku pengen menghabisi mereka!"
ps: Buat kalian yang mengikuti cerita ini, masih ada voting dan koin gratis, ayo gunakan sebelum hitung mundur angpao 515 berakhir. Mohon dukungannya dengan voting dan koin, ayo kita gaspol terakhir kalinya!