Bab tiga puluh enam: Tugas Penangkapan, Kilatan yang Tak Membawa Masalah
Keesokan harinya saat baru masuk game, Wang Yu langsung menerima pesan dari Mawar Merah Darah, mengatakan ingin duduk bersama dan berbicara baik-baik. Sebagai tanda niat baik, tempat pertemuan pun diserahkan pada Wang Yu untuk memilih.
Dengan santai Wang Yu menjawab, “Tak perlu pilih-pilih, di kedai minum yang kemarin saja cukup!”
Wang Yu sama sekali tak takut pada kemungkinan jebakan dari anggota Aliansi Darah. Setelah kejadian kemarin, jika mereka masih nekat, maka biarlah mereka belajar dari kesalahan sekali lagi.
Kesabaran dan keteguhan hati seorang pendekar, sungguh di luar jangkauan imajinasi orang biasa.
Jelas sekali, anggota Aliansi Darah bukanlah orang bodoh. Saat Wang Yu tiba di kedai, suasananya memang ramai, tapi tak ada seorang pun dari mereka di sana.
Di sudut ruangan, Wang Yu melihat Mawar Merah Darah. Gadis itu sedang memegang segelas bir malt murah, melamun sendiri.
“Hai…” sapa Wang Yu sembari berjalan mendekat.
“Ah, Tuan Besar Sapi Besi…” Mawar Merah Darah tersentak sadar dari lamunannya.
Wang Yu tersenyum, “Cukup panggil aku Kakak Sapi Besi saja, tak perlu pakai embel-embel tuan besar segala.”
“Baiklah, Kakak Sapi Besi!” Mawar Merah Darah mengangguk pelan.
Wang Yu langsung ke inti, “Jadi, kamu ingin bicara soal apa?”
“Untuk masalah ini, kami dari Aliansi Darah bersedia meminta maaf pada Anda dan teman-teman Anda,” ucap Mawar Merah Darah.
“Itu memang sudah seharusnya!” jawab Wang Yu.
Mawar Merah Darah melanjutkan, “Jika keempat gadis itu bersedia tetap di Pasukan Mawar, kami akan memindahkan mereka ke tim elit, memberi perlakuan terbaik.”
Mawar Merah Darah memang gadis yang cerdas. Dari kejadian ini, dia bisa melihat kedekatan keempat gadis itu dengan Wang Yu; menjaga mereka sama saja dengan menjaga seorang ahli sehebat Wang Yu.
Seberapa hebat Wang Yu, mungkin orang lain tak tahu, tapi Aliansi Darah tahu betul. Jika bisa bersahabat dengannya, jangankan tim elit, bahkan ingin memasukkan Li Xue dan kawan-kawan ke Aula Elit Aliansi Darah pun pasti mereka lakukan, asalkan Wang Yu setuju.
“Soal ini, tetap harus tanya pendapat mereka dulu,” jawab Wang Yu.
“Baik. Jika para gadis itu tak mau bertahan di Pasukan Mawar, anggap saja kami yang wanprestasi. Uang kompensasi akan kami gandakan sebagai gantinya!”
Sesuai kontrak, jika para gadis memaksa keluar, sebenarnya mereka yang dianggap melanggar, dan tentunya kompensasi harus mereka bayar. Tapi sekarang, Mawar Merah Darah justru ingin membayar dua kali lipat, jelas sekali ingin menarik mereka kembali.
Tentu saja Wang Yu paham maksudnya, ia tersenyum ringan, “Kalau begitu, terima kasih dulu atas nama mereka!”
“Sama-sama.” Mawar Merah Darah tersenyum kembali, lalu mengeluarkan sebuah kantong uang dan menyerahkannya. “Ketua Zhanqi bilang, adik sendiri sudah membuat Anda repot, sungguh merasa tidak enak. Ini ada sedikit uang sebagai tanda permintaan maaf.”
Wang Yu sempat ingin menolak, tapi setelah dipikir-pikir, memang itu haknya, jadi ia menerimanya tanpa basa-basi.
Begitu membuka kantong itu, isinya dua ratus keping emas, jumlah yang lumayan besar.
“Ketua Zhanqi sungguh baik hati,” kata Wang Yu.
“Memang sudah seharusnya. Semoga ke depannya, Kakak Sapi Besi bisa sedikit bermurah hati jika bertemu anggota Aliansi Darah…” ungkap Mawar Merah Darah.
“Sudah pasti. Aku ini penganut damai, selama orang lain tak mengusikku, aku juga tak akan mengganggu siapa pun.”
Aliansi Darah sebagai serikat besar, sudah meminta maaf, memberi uang bahkan emas. Niat baik mereka sudah jelas, dan Wang Yu bukan tipe orang yang tak tahu aturan, jadi ia bisa menerima permintaan itu.
Mawar Merah Darah sempat tertegun mendengarnya, dalam hati mengomel, “Belum pernah aku jumpai penganut damai yang membunuh tanpa berkedip seperti kamu.”
“Kalau begitu, kalau tak ada urusan lain, aku tak akan mengganggu waktu Kakak Sapi Besi lagi.” Mawar Merah Darah bangkit berdiri.
“Ya, sampai jumpa!”
Setelah Mawar Merah Darah keluar dari kedai, Wang Yu tidak langsung pergi. Ia memesan segelas minuman dan duduk menikmati sendirian.
Begitu Li Xue dan ketiga temannya masuk ke dalam game, Wang Yu menyampaikan pesan dari Mawar Merah Darah.
Li Xue dan teman-temannya kini dihadapkan pada dua pilihan.
Bermain game setiap hari dan mendapatkan uang, atau keluar dan memperoleh kompensasi.
Jelas, pilihan pertama sangat menggiurkan, namun Li Xue dengan tegas memilih yang kedua.
Mengapa kelompok petani emas memilih bergabung dalam serikat? Utamanya demi mendapatkan lingkungan yang aman.
Mawar Merah Darah adalah salah satu serikat besar dalam negeri, dan isinya perempuan semua, jadi jadi pilihan utama bagi Li Xue dan kawan-kawan.
Siapa sangka, saat mereka berempat didzalimi, Mawar Merah Darah sama sekali tidak melindungi, bahkan Aliansi Darah malah memburu mereka. Mawar Merah Darah pun tak berbuat apa-apa untuk menghentikan.
Bayangkan, bagaimana mungkin Li Xue dan kawan-kawan tidak kecewa pada serikat ini?
Jangan lihat sekarang, Mawar Merah Darah menawarkan syarat dan perlakuan begitu baik, itu semua hanya karena keberadaan Wang Yu, yang telah membuat mereka takluk!
Kalau tidak ada Wang Yu? Mungkin masalah ini hanya bisa mereka telan mentah-mentah, bahkan lebih parah lagi.
“Kalian benar-benar ingin keluar?”
“Ya, sudah bulat tekad!” tegas Li Xue.
Tiga gadis lain pun mengiyakan, “Kakak ketua ke mana, kami ke mana pun ikut, sampai ke ujung dunia sekali pun!”
Wang Yu tertawa, “Tak perlu seburuk itu, nanti aku carikan serikat yang tak berani mengganggu kalian!”
Wang Yu menyampaikan keputusan mereka pada Mawar Merah Darah. Ia pun merasa menyesal, tapi tidak terkejut, karena hal semacam ini memang wajar.
Setelah menutup jendela percakapan, Wang Yu meneguk habis minumannya, lalu berkata pada sudut ruangan, “Keluarlah, aku tahu kau di situ. Jangan sembunyi-sembunyi!”
Tak ada respons. Wang Yu lalu mengeluarkan sebungkus bubuk kapur dari ranselnya dan melemparkannya ke sudut tersebut. Bubuk itu menyebar, menimbulkan asap putih, perlahan-lahan sosok seorang pembunuh muncul di sana.
Pembunuh itu diam saja, meski tak terlihat raut wajahnya, Wang Yu bisa merasakan kebingungan di wajahnya. Rupanya dia kira Wang Yu sedang bicara dengan orang lain.
Wang Yu lalu menoleh, menatap semua orang di sekitarnya, “Kalian sudah mengintai aku dari tadi, sebenarnya mau apa?”
Orang-orang ini tidak memakai tanda serikat, jadi jelas bukan dari Akhir Dunia atau Aliansi Darah. Wang Yu pun tak teringat pernah punya masalah dengan siapa pun selain mereka.
“Jangan-jangan semuanya penggemarku?” Wang Yu berpikir nakal.
Tapi begitu pikiran itu muncul, Wang Yu hampir saja terkejut sendiri. Baru sebentar bersama dengan orang-orang dari Kuil Kebenaran, sudah terpengaruh juga.
Tak seorang pun berani menjawab pertanyaan Wang Yu.
Orang-orang itu memang bukan dari serikat mana pun, melainkan pemain yang sedang menjalankan misi buronan.
Dalam game ini ada sistem nilai PK. Untuk mengurangi nilai PK, hanya ada dua cara: menghabiskannya perlahan di alam liar, atau menjalankan misi buronan.
Karena mengurangi nilai PK di luar kota memakan waktu sangat lama, kebanyakan pemain penggemar PK lebih suka menjalankan misi buronan.
Hari ini, begitu masuk game, mereka langsung mengambil misi seperti biasa, lalu melihat di papan misi ada seorang penjahat besar dengan nilai PK mencapai 57. Tentu saja, mereka merasa tertantang.
Saat menjalankan misi PK, semakin tinggi nilai PK target, semakin bagus hadiah yang didapatkan secara acak.
Setelah mengambil misi, mereka pun terkejut.
Koordinat target ternyata ada di kedai minum...
Semua pemain di Kota Cahaya Senja tahu, penjaga sistem hanya punya satu kerabat, dan satu-satunya orang yang berani keluyuran di jalanan dengan nilai PK lebih dari lima puluh adalah si jagoan yang bahkan bisa menaklukkan Aliansi Darah.
Para pemain itu pun berpikir: menghadapi ahli seperti ini, tak bisa pakai kekerasan, harus tunggu momen tepat. Aliansi Darah terlalu bodoh, makanya dipermainkan. Aku lebih pintar dari mereka, lihat saja nanti.
Karenanya, mereka tak langsung pergi, melainkan duduk di sekitar Wang Yu, sesekali melirik, mencari celah.
Tak mereka sangka, Wang Yu sudah tahu keberadaan mereka sejak tadi.
Mereka yang sudah ketahuan mulai panik, belum sempat bicara, tiba-tiba pintu kedai terbuka. Masuklah seorang, melemparkan sekeping emas pada pemilik kedai, lalu berteriak, “Misi buronan, minggir semua, sihir bisa meleset, kalau tak punya asuransi mati tak ada yang tanggung... Aku kenal penjual asuransi loh...”
Mendengar celotehan itu, wajah semua orang langsung berubah, buru-buru menyingkir ke samping.
“Astaga, si penyihir **** itu datang lagi rebut rezeki...”
“Cepat minggir, dia membunuh tanpa ampun, misi buronan tak takut nilai PK!”
Dalam sekejap, kedai yang tadinya penuh sesak mendadak kosong di tengah.
Wang Yu menoleh, melihat seorang pria berpakaian penyihir.
Penyihir itu mengenakan jubah hitam, memegang tongkat sihir biru, dengan permata di ujungnya yang memancarkan kilat. Penampilannya mencolok, tapi rupanya sungguh tak sedap dipandang. Ia menatap Wang Yu tajam, penuh semangat dan niat membunuh.
“Hei, kamu rupanya! Sudah membunuh banyak orang, tak mau menyerahkan diri untuk memperbaiki nama baik, malah... terimalah ini, rasakan petirku!”
Setelah bergumam panjang, penyihir berjubah hitam itu tiba-tiba berteriak, menendang meja ke depannya sebagai pelindung. Meski mulutnya berkata “rasakan petirku”, dia justru menembakkan bola api ke arah Wang Yu.
Wang Yu tak menghindar, satu gelombang energi langsung memusnahkan bola api itu.
“Bummm...”
Petir menyambar, jatuh tepat di kepala Wang Yu.
Pesan sistem: Anda diserang pemain “Ming Du”. Karena pemain tersebut sedang menjalankan misi, Anda tidak memiliki hak membela diri.
Wang Yu kaget bukan main.
Saat ini pertahanan sihir Wang Yu hampir lima puluh, sementara kekuatan serangan sihir penyihir pada masa sekarang paling tinggi delapan puluh. Tapi petir dari Ming Du ini berhasil menguras lebih dari setengah darah Wang Yu, bahkan hampir menembus pelindung energi.
Kekuatan sihir penyihir ini sungguh luar biasa!
Yang paling mengerikan, meski petir adalah sihir instan, tetap ada bunyi “bumm” sebelum menyambar.
Begitu Ming Du melancarkan “Petir”, Wang Yu sempat menghindar ke samping, tapi tetap saja terkena, kemampuan mengantisipasi lawan ini benar-benar menakutkan!
“Hah, belum mati juga? Anak bagus, tak ada yang tahan separuh petirku. Ternyata kau memang ahli sejati,” Ming Du pun terkejut melihat Wang Yu tetap berdiri, bahkan tak sampai kehabisan darah.
Petir adalah skill dengan kekuatan tertinggi di antara semua profesi saat ini, dengan kerusakan mencapai dua ratus tiga puluh persen.
Tongkat sihir di tangan Ming Du punya tambahan dua tingkat pada skill, sehingga kerusakan petirnya naik jadi tiga ratus lima puluh persen.
Ditambah seluruh perlengkapan sihir kelas atas yang dikenakannya, di masa di mana perlengkapan pelindung sihir sangat langka, bahkan kelas tank bisa dibuat sekarat oleh petirnya. Namun di hadapannya kini adalah seorang petarung tipis, tak hanya tak mati, darahnya pun tak menipis banyak. Ming Du pun terpana.
“Pantas saja bisa bikin Aliansi Darah porak-poranda, memang bukan orang sembarangan!”
Sembari berkata begitu, Ming Du kembali mengangkat tongkat sihirnya. Tentu saja Wang Yu tak akan membiarkannya, ia langsung melesat ke depan.
“Bumm!” Satu petir lagi.
Wang Yu tahu prediksi lawan sangat akurat, maka ia segera berhenti, menangkupkan tangan di depan kepala.
Namun petir itu tetap menyambar tepat di kepalanya.
“Blar…”
Perisai energi biru di tangan Wang Yu remuk, darahnya kini tersisa tiga puluh tiga persen...
Saat itu, jarak Wang Yu dengan Ming Du tak lebih dari tiga meter.
Ming Du berubah wajah, “Sialan, masih belum mati? Ayolah, kita cari tempat luas, abang tantang kau tiga ratus ronde...”
Wang Yu tersenyum dan memotong, “Untung aku sudah siap-siap, tak perlu ke tempat luas, di sini saja kita tuntaskan!”
Belum selesai bicara, tangan Wang Yu yang lain menepak ke depan. Satu gelombang energi putih meluncur keluar, dan sedetik kemudian, leher Ming Du sudah tergenggam di tangan Wang Yu.
Skill langka—Tangan Menangkap Awan!