Bab 37: Mencari Prajurit Perisai!
Wang Yu mencengkeram leher Mingdu, membuatnya hanya bisa mengeluarkan suara serak tanpa mampu bersuara jelas. Tak bisa bicara berarti tak bisa merapal mantra sihir, akibatnya wajah tuanya memerah menahan napas, membuat raut yang memang sudah buruk rupa itu tampak makin garang.
Tiba-tiba, secercah cahaya putih melesat, dan seorang pendeta berjubah putih muncul di antara mereka berdua.
Untung saja ini hanya terjadi di dalam permainan. Kalau kejadian aneh seperti ini terjadi di dunia nyata, pasti sudah membuat orang lari ketakutan.
“Iron Bull, sedang berantem ya?”
Pendeta itu ternyata tak lain dari Wuji, yang kemarin log out di tempat ini. Usai melihat postingan di forum, ia sengaja masuk untuk melihat apa yang sedang terjadi. Tak disangka, ia langsung mendapati Wang Yu sedang mencekik seseorang.
“Ah, ah, ah!” Mingdu melihat Wuji masuk, wajahnya langsung berubah ceria dan ia berteriak kegirangan.
Mendengar suara itu, Wuji menoleh dan berkata, “Eh? Kau kok kelihatannya familiar sekali?”
“Ah, ah, ah, ah…”
“Sialan, Lao Li!!” Wuji akhirnya sadar, lalu buru-buru menarik tangan Iron Bull. “Iron Bull, lepasin, dia itu teman sendiri.”
“Kau bisa tahu itu dia?” tanya Wang Yu heran.
Saat itu, wajah Mingdu yang dicengkeram Wang Yu sudah berubah bentuk, warnanya keunguan seperti hati babi, ibunya sendiri pun pasti tak mengenalinya.
Wuji berkata, “Di seluruh dunia ini, cuma ada satu penyihir yang bahkan saat dicekik masih sempat ngoceh kayak gini!”
Mingdu mengusap lehernya sambil mengumpat, “Brengsek! Dasar banci, kenapa kau selalu menghindar dan tak mau biarkan aku masuk ke guild…”
“Aku memang sibuk sekali,” jawab Wuji.
Mingdu mencibir, “Huh, kau pikir aku bodoh? Ini anggota baru yang kau rekrut?”
Wuji mengangguk, “Iya, lumayan kan!”
Mingdu mengusap dagu dengan satu tangan, sedangkan tangan lain menepuk dada Wang Yu, “Bagus, tampak bersemangat, cuma tangannya agak kejam. Kali ini kita imbang, lain waktu kita adu kembali di tempat yang lebih lapang!”
Wang Yu sampai tak tahu harus berkata apa… Imbang apanya… Dengan kemampuan seperti itu, dia bisa kuhabisi kapan saja, betul-betul tebal muka.
“Dia juga anggota Zhenzhen?” tanya Wang Yu pada Wuji dengan nada heran.
Meskipun sikap Mingdu kurang ajar, kemampuannya sangat hebat, bahkan aura yang dipancarkannya mirip dengan anggota Zhenzhen lainnya. Apalagi Wuji tadi juga menyebut dia teman sendiri.
Wuji hanya bisa mengangguk pasrah, “Iya.”
“Kenapa tidak langsung saja mengajaknya masuk guild?” tanya Wang Yu makin bingung. Anggota Zhenzhen saja sudah sedikit, masa masih harus pilih-pilih?
“Ah… itu panjang ceritanya!” Wuji menghela napas, menggeleng, lalu menarik Mingdu masuk ke dalam guild.
Segera setelah itu, Wang Yu tahu alasan Wuji tak mau mengajak Mingdu.
Notifikasi sistem: Mingdu telah bergabung dengan Zhenzhen.
“Hahaha, cucu-cucu Zhenzhen, Kakek Mingdu telah kembali!!”
“Cucu, cucu, cucu! Cepat sambut kakek kalian, masa kakek datang tak ada yang menyambut?!”
“Ternyata semua lagi offline… Tak masalah, pesan kakek ini pasti kalian baca nanti… Hahaha, emotikon, emotikon!”
…
Begitu Mingdu masuk ke guild, saluran chat guild mendadak seperti ledakan, langsung dipenuhi spam darinya, membuat Wang Yu buru-buru mematikan saluran guild.
Melihat perubahan ekspresi Wang Yu, Wuji berkata, “Sekarang kau tahu kan alasannya? Tradisi anggota Zhenzhen menonaktifkan saluran guild itu gara-gara dia!”
“Aku paham…” Wang Yu mengangguk mantap.
Seluruh percakapan sehari Zhenzhen tak akan mampu menandingi spam lima menit dari orang itu. Tak heran dia penyihir, dengan kebiasaan cerewet seperti itu, merapal mantra besar pasti lebih cepat dari siapa pun.
Orang-orang yang tadinya menonton perkelahian mereka pun bubar, dan para pemain yang sedang menjalankan misi buronan, setelah mengetahui Wang Yu dan Mingdu berteman, langsung mengurungkan niat buruk mereka.
Siapa pun di antara kedua orang itu sudah cukup menakutkan, apalagi jika mereka bersatu?
Tak lama, anggota lain Zhenzhen pun mulai online.
Melihat Mingdu, mereka semua tertegun, wajah mereka berubah takut, lalu terpaksa menyapa, “Lao Li, lama tak jumpa, kenapa baru datang sekarang…”
Mingdu membentak, “Omong kosong! Kalian sengaja menghindar, kira aku tak tahu? Aku memang banyak bicara, tapi masa kalian tega anggap aku bukan saudara? Baiklah! Kalau kalian maunya menjauh seperti menghindari ayah sendiri, aku tak bisa apa-apa!”
Wang Yu sampai berkeringat dingin dan membatin, “Jadi dia sadar juga kalau dia banyak bicara? Sampai orang-orang aneh seperti mereka pun tak tahan, berarti memang luar biasa parahnya!”
Mereka buru-buru mengalihkan topik, “Mana ada, kita baru sampai di Kota Senja… Baru saja diserang Aliansi Berdarah, oh iya Iron Bull, gimana ceritanya sama Aliansi Berdarah? Katanya mereka kamu buat kapok?”
Wang Yu merendah, “Ah, bukan soal kapok, cuma kalau diteruskan, mereka tetap tak akan untung apa-apa!”
“Hebat! Hebat!” Semua memuji.
Seorang melawan ratusan orang dan mampu membuat lawan tak berkutik, bahkan dalam sejarah gim belum pernah ada yang seperti itu.
Memang, gaya Zhenzhen dari dulu kalau bisa lawan, lawan saja, kalau kalah kabur, lalu mengandalkan kemampuan individu, terus-terusan mengganggu lawan sampai lawan kelelahan. Melihat taktik ini diterapkan dengan sempurna oleh anggota baru, mereka semua merasa bangga.
Saat itu, Wuji berkata, “Baiklah, karena Lao Li sudah kembali, aku ada pengumuman penting!”
Mingdu dengan bangga menimpali, “Oh? Urusan apa yang sampai harus aku turun tangan? Tanpa aku, Zhenzhen memang kehilangan penopang utama!”
Wuji membentak, “Bisakah kau diam? Siapa pemimpin di sini?”
“Tentu kau yang jadi pemimpin, tapi aku kan juga punya hak bicara… eh, aduh…”
Ucapan Mingdu belum selesai, sudah dibungkam oleh Ji’ao di sampingnya. “Lao Li, lebih baik kau diam, kami tak mau mati konyol gara-gara kau. Dengar ya, aku baru saja belajar jurus baru, kalau kau masih ngoceh, akan kucekik!”
Mingdu akhirnya diam, dan Ji’ao berkata, “Silakan Wuji!”
Wuji melanjutkan, “Kita baru saja dapat surat izin markas, aku berencana hari ini juga menjalankan misi markas, kalian yakin siap?”
Mendengar itu, Nama Pedang Salju yang biasanya tenang berkata, “Kau gila? Level kita baru segini sudah mau bikin markas, minimal tunggu sampai semua level dua puluh!”
Dalam Rebirth, surat izin markas hanyalah alat untuk memulai misi guild markas. Dengan surat itu, baru bisa ke balai kota untuk menukar sertifikat tanah, lalu membangun balai pertemuan di markas.
Namun, setelah balai pertemuan selesai, akan ada perlawanan dari penghuni asli markas itu.
Misal, surat izin Zhenzhen adalah untuk markas di Ngarai Senja, maka setelah balai didirikan, sepuluh menit kemudian, para bandit Senja akan berkumpul menyerang markas.
Polanya mirip seperti invasi monster di game legendaris dulu.
Harus diketahui, bandit Senja meski tergolong monster liar, levelnya sekitar dua puluh, belum lagi monster elite dan boss.
Nanti ratusan monster level tinggi menyerbu, anggota Zhenzhen yang hanya segelintir orang jelas tak cukup.
Selain itu, surat izin guild hanyalah barang sekali pakai. Jika markas gagal dipertahankan, puluhan juta rupiah melayang sia-sia.
Karena itu, hanya guild besar yang berani bermain markas. Guild kecil belasan orang tak ada yang berani coba-coba.
Wuji sendiri saat membeli surat izin itu juga tak langsung digunakan, sebab mereka memang masih level 14-15, menahan monster level 20-an jelas berat. Mereka semua sepakat menunggu level 20, baru mengajak teman dan mencoba bersama.
Tapi entah kenapa, Wuji kali ini tiba-tiba berubah pikiran.
Wuji berkata, “Semakin cepat punya markas, semakin baik. Kalau nanti bahan bangunan macam kapur sudah beredar di pasar, kita tak akan dapat untung. Kalau aku sudah putuskan, berarti aku sudah yakin.”
Ji’ao bertanya, “Kalau aku tak ikut boleh?”
“Boleh, tapi nanti saat kita dapat uang, kau cuma bisa menonton…”
Ji’ao langsung serius, “Apa-apaan! Urusan Zhenzhen itu urusanku juga! Siap mati di depan, pantang mundur!”
Cunxiang yang sedari tadi diam tiba-tiba bicara, “Dengan Iron Bull di sini, boss pasti bisa ditahan. Kalau aku diberi cukup ramuan dan mana, mungkin bisa dicoba, tapi…”
Wuji menyambar, “Tapi apa? Kalau ada syarat, katakan saja. Selama kau bisa bertahan, separuh masalah selesai!”
Cunxiang berkata, “Sebaiknya kita cari warrior perisai, kalau tidak, aku takkan mampu memulihkan cukup cepat, nanti bisa jebol.”
“Bao San tak bisa kan…” Wuji melirik Bao San.
Bao San dengan bangga berkata, “Aku ini petarung sejati, tak sudi sembunyi di balik perisai!”
Mingdu mengejek, “Warrior itu memang kerjaannya jadi samsak, mumpung muda, ganti jalur jadi warrior perisai saja.”
Sebelum level dua puluh, semua kelas bisa berganti profesi sekali.
Bao San berkata, “Huh! Berdiri diam dipukul tanpa melawan, itu bukan gayaku!”
Wuji menambahkan, “Memang, temperamen Bao San tak cocok jadi warrior perisai. Ada yang punya teman warrior perisai, bisa dikenalkan?”
“Tak ada, pemain jagoan tak butuh teman!” Bao San menyombong.
“Kami pun para jagoan penyendiri!” yang lain tak mau kalah.
“Sudah, kita sedang bicara serius, jangan bercanda!”
Cunxiang berkata, “Memang tak ada… Temanku cuma kalian… Sebenarnya tak perlu yang terlalu hebat, cukup yang bisa bertahan saat aku sedang memulihkan.”
Semuanya menggeleng.
“Aku ada satu!” Wang Yu orangnya jujur. Mendengar Wuji bicara, ia langsung membuka daftar teman dan mengirim pesan massal. Ternyata benar, ada yang membalas.
Yin Lao Er: “Dewa Sapi, aku warrior perisai, ada apa?”
“Kau sudah punya guild?”
“Belum!” jawab Yin Lao Er, “Dewa Sapi, kau di guild mana? Aku ke sana!”
Wang Yu berkata, “Baik, kau datang saja ke sini, Hans Tavern di Jalan Utama!”