Bab 51: Bisakah Aku Mengajakmu Menari (17)
Kapal uap itu memasuki area kabut merah muda yang tampak tak bisabuyar.
Seseorang telah membuat keributan di hadapan kapten, menuntut agar kapal segera berputar balik dan meninggalkan area tersebut.
Namun, orang itu diberitahu bahwa mereka telah kembali tersesat di dalam kabut dan untuk sementara tidak bisa keluar.
Kejadian ini membuat orang-orang diliputi kecemasan, dan para tamu berkumpul untuk menuntut penjelasan dari sang kapten.
Sayangnya, betapa pun mereka membuat keributan, mereka tetap tidak bisa pergi, lebih baik menghemat tenaga untuk menghadapi apa yang akan terjadi selanjutnya.
Wen Chan, di bawah bimbingan Yousha, tiba di lantai bawah tanah kedua kapal pesiar tersebut.
Tempat ini digunakan untuk mengurung para tahanan dan monster laut.
Yang mengejutkan, setiap sel di sini terbuat dari transparan, memungkinkan orang melihat dengan jelas situasi di sel sebelah tanpa privasi sama sekali.
Yousha membawanya berjalan lebih dalam.
Tiba-tiba, seolah melihat sesuatu, Wen Chan mundur beberapa langkah, berbalik, dan melongok ke dalam sel di samping mereka.
"Wah, bukankah ini si anu?"
Di dalam duduk seorang gadis mengenakan piyama, dengan ekspresi lesu di wajahnya.
Tanpa riasan berlebihan dari pesta dansa sebelumnya, Adeline saat ini tampak seperti seorang gadis remaja biasa yang belum cukup umur.
Mendengar nada bicara Wen Chan yang sedikit menyindir, Adeline mendongak dan menatapnya. Begitu melihat itu adalah Wen Chan, matanya sedikit berbinar.
Namun, ketika melihat Yousha di belakangnya, rasa jijik di wajahnya nyaris meluap.
"Aku tidak habis pikir kenapa kamu suka berurusan dengannya?"
Adeline memutar bola matanya.
Wen Chan menoleh ke arah Yousha yang hanya memperlihatkan sepasang matanya, lalu menjawab terus terang, "Karena dia berwajah tampan."
"Dangkal!" Adeline mendecak, "Gadis-gadis zaman sekarang memang suka menilai dari wajah lalu menjadi budak cinta! N