Bab 30: Bahaya yang Menimpa Ara
Sementara itu, Ala terus mengamati perampok yang mendekap erat Luli. Merasakan kegelisahan lawan akibat jeritan rekannya yang sekarat, Ala melesat bagaikan anak panah yang terlepas dari busurnya, menerjang perampok tersebut dengan kecepatan luar biasa.
Perampok yang sedang memegang Luli itu sebenarnya sudah waspada dan berusaha mundur untuk menghindar, namun kecepatan Ala jauh di luar dugaannya. Ia tak punya tempat untuk melarikan diri dan hanya bisa pasrah saat Ala menerjangnya. Daya benturan yang dahsyat itu hampir saja membuat organ dalam tubuhnya hancur. Meski menahan rasa sakit yang menyiksa di sekujur tubuh, ia tetap memeluk Luli dengan erat.
Melihat hal itu, Ala tanpa ampun menggigit lengannya. Darah segar seketika memuncrat. Rasa sakit yang luar biasa membuat sang perampok menjerit dan terpaksa melepaskan cengkeramannya.
"Tolong aku! Tolong! Lenganku! Argh!"
Teriakannya menggema di dalam ruangan, namun saat ini, tak ada satu pun yang bisa menolongnya. Salah satu rekannya telah tewas di tangan Song Qingqing, kepalanya terpisah dari tubuh dan darah membasahi lantai. Sementara yang lain, setelah dig